Selasa, 27 Januari 2015

Kaospolos anak bahan cotton 30s



KAOS POLOS UNTUK ANAK DI JAKARTA TIMUR BAHAN COTTON 30s dan cotton bamboo
Size cart Kids
XS : P:42  - L:28 (8bln-2th)
S : P:46  - L:31 ( 2th-3th )
M : P:48 - L:33 ( 3-4th)
L: P:50 - L:35 ( 4-6th )
XL: P:55 - L:37 ( 6-8th )

Original 100%cotton combed30s
Whatsaap : 085692961414
Line 2 : naily.cc2
Line : cottoncombed
Info catalog lengkap silahkan kunjungi :
Instagram : @cottoncombed
Fb : cottoncombed
Twiiter : cottoncombedid
Alamat store :
Jl.inerbang raya no.4 condet kel.batu ampar kec.kramat jati jakarta timur.

Minggu, 25 Januari 2015

Sejarah kaospolos

SEJARAH T-SHIRT / KAOS OBLONG


KAOS OBLONG
Berasal dari kata “shirt”.Kata tambahan “T”, konon dikarenakan oleh bentuknya yang menyerupai huruf “T”. Maka jadilah “T-shirt”.

Di Indonesia, kata “T-shirt” diterjemahkan menjadi “kaos oblong”. Dalam Kamus Indonesia-Inggris Hassan Shadily (1997) menyamakatakan “kaos oblong” dengan kata “kaos dalam”, “singlet”, dan “undershirt”.

SEJARAH T-SHIRT
Dulu benda ini tidak jelas siapa penemunya, hanya dipakai sebagai pakaian dalam oleh kaum pria. Mungkin sekarang anda akan menemukan seperti kaos dalam laki-laki yang polos dan masih sederhana.Warna dan bentuknya (model) itu-itu melulu yaitu dengan warna putih, dan belum ada variasi ukuran, kerah dan lingkar lengan.



T-shirt alias kaos oblong ini mulai dipopulerkan sewaktu dipakai oleh Marlon Brando pada tahun 1947, yaitu ketika ia memerankan tokoh Stanley Kowalsky dalam pentas teater dengan lakon “A Street Named Desire” karya Tenesse William di Broadway, AS. T-shirt berwarna abu-abu yang dikenakannya begitu pas dan lekat di tubuh Brando, serta sesuai dengan karakter tokoh yang diperankannya. Pada waktu itu penontong langsung berdecak kagum dan terpaku. Meski demikian, ada juga penonton yang protes, yang beranggapan bahwa pemakaian kaos oblong tersebut termasuk kurang ajar dan pemberontakan. Tak pelak, munculah polemik seputar kaos oblong.

Polemik yang terjadi yakni, sebagian kalangan menilai pemakaian kaos oblong – undershirt – sebagai busana luar adalah tidak sopan dan tidak beretika.Namun di kalangan lainnya, terutama anak muda pasca pentas teater tahun 1947 itu, justru dilanda demam kaos oblong, bahkan menganggap benda ini sebagai lambang kebebasan anak muda. Dan, bagi anak muda itu, kaos oblong bukan semata-mada suatu mode atau tren, melainkan merupakan bagian dari keseharian mereka.

Polemik tersebut selanjutnya justru menaikkan publisitas dan popularitas kaos oblong dalam percaturan mode. Akibatnya pula, beberapa perusahaan konveksi mulai bersemangat memproduksi benda itu, walaupun semula mereka meragukan prospek bisnis kaos oblong. Mereka mengembangkan kaos oblong dengan pelbagai bentuk dan warna serta memproduksinya secara besar-besaran. Citra kaos oblong semakin menanjak lagi manakala Marlon Brando sendiri – dengan berkaos oblong yang dipadu dengan celana jins dan jaket kulit – menjadi bintang iklan produk tersebut.




Mungkin, dikarenakan oleh maraknya polemik dan mewabahnya demam kaos oblong di kalangan masyarakat, pada tahun 1961 sebuah organisasi yang menamakan dirinya “Underwear Institute” (Lembaga Baju Dalam) menuntut agar kaos oblong diakui sebagai baju sopan seperti halnya baju-baju lainnya. Mereka mengatakan, kaos oblong juga merupakan karya busana yang telah menjadi bagian budaya mode.

Demam kaos oblong yang melumat seluruh benua Amerika dan Eropa pun terjadi sekita tahun 1961 itu. Apalagi ketika aktor James Dean mengenakan kaos oblong dalam film “Rebel Without A Cause”, sehingga eksistensi kaos oblong semakin kukuh dalam kehidupan di sana.

Di Indonesia, konon, masuknya benda ini karena dibawa oleh orang-orang Belanda. Namun ketika itu perkembangannya tidak pesat, sebab benda ini mempunyai nilai gengsi tingkat tinggi, dan di Indonesia teknologi pemintalannya belum maju. Akibatnya benda ini termasuk barang mahal.

Namun demikian, kaos oblong baru menampakkan perkembangan yang signifikan hingga merambah ke segenap pelosok pedesaan sekitar awal tahun 1970. Ketika itu wujudnya masih konvensional. Berwana putih, bahan katun-halus-tipis, melekat ketat di badan dan hanya untuk kaum pria. Beberapa merek yang terkenal waktu itu adalah Swan dan 77. Ada juga merek Cabe Rawit, Kembang Manggis, dan lain-lain.

Selanjutnya, tidak hanya di Amerika dan Eropa, di Indonesia pun kaos oblong sudah menjadi media berekspresi. Kaos oblong yang berwarna putih itu diberi gambar vinyet, dan waktu itu sempat menjadi tren/mode di kalangan anak muda Indonesia. Tapi tidak lama. Berikutnya vinyet digeser oleh tulisan-tulisan yang berwarna-warni. Tekniknya sepeprti sablon. Selain itu, ada juga gambar-gambar koboi, orang-orang berambut gondrong, dan lain-lain. Warna bahan kaos oblong pun sudah semarak, yaitu merah, hitam, biru kuning. Dan, tren kaos oblong rupa-rupanya direkam pula oleh Kartunis GM Sudarta melalui tokoh Om Pasikom dan kemenakannya dengan tajuk “Generasi Kaos Oblong” (Harian Kompas, 14 Januari 1978).

Kamis, 22 Januari 2015

Cotton bamboo

 Ada Baju Kaos yang Ramah Lingkungan (ECO GREEN) bahan Cotton Bamboo / Katun Bambu
Kaos bahan katun, pasti tidak asing lagi terdengar di telinga kita bukan? bahan untuk kaos yang dimana terbuat dari kapas dipintal sehingga menjadi sebuah kain atau katun yang sering kita pakai. Katun yang berbahan dasar kapas, lembuta halus serta enak saat dikenakan pada tubuh kita telah lama dikenal orang untuk industri konveksi ada umumnya. Jenis katun tersebut adalah cotton combed atau cotton carded (biasa disebut semi katun), katun dengan tekstur lembut halus dan adem saat di aplikasikan ke dalam bentuk kaos. Namun tahukah kamu katun sekarang ada yang berbahan dasar dari bambu? Saya juga baru mendengarnya dua hari yang lalau melalui teman saya yang ada di Bandung. Betapa majunya teknologi sekarang, sampai sampai saya benar tertinggal tentang inovasi baru ini.

Katun ini berbahan dasar bambu kata dia, dengan mengambil serta di dalam bambu tersebut kemudain diolah menjadi serat baru. “Serat tersebut nyaman dikulit saat dipakai”, celetus dia. Juga anti kuman, anti tungau, halus, lebih lembut dari katun serta memiliki tingkat keawetan yang tinggi. Biasanya orang memang familiar terhadap katun sebagai bahan untuk membuat kaos. Namun sekarang terdapat katun bambu yang terbuat dari serta bambu yang memberikan warna tersendiri di dunia pertekstilan. Apalagi katun bambu tersebut memiliki beberapa kelebihan daripada katun combed yang terbuat dari serta kapas pada umumnya, antara lain :

Anti kuman dan anti bakteri, karena kuman yang berada di dalam serat tersebut akan mati dengan sendirinya.
Daya serap lebih tinggi dari pada katun combed.
Menghilangkan bau tak sedap.
Fungsi menyerap air lebih tinggi dari pada katun combed, karena di dalam serta bambu terdapat banyak pori pori dengan cekungan yang lebih bayak serta daya kapilaritas yang tinggi dari pada katun combed.
Fungsi super anti ultraviolet, dimana katun bambu memiliki daya tembus serat 0,6% berbeda dengan katun combed daya tembus 25%.


Kini semakin banyak produk dan bahan yang berlomba lomba memunculkan ide serta inovasi khususnya di dunia pertekstilan itu sendiri. Yang dulu kita mengenal bahan kain kaos kita terbuat dari katun kapas ternyata sekarang ada yang terbuat dari serat bambu. Jujur saat mengetahui itu, saya langsung browsing apakah benar ada bahan tersebut? Ternyata memang benar adanya, bahwa katun bambu tersebut ada. Apapun teknologi tersebut jika meningkatkan taraf hidup manusia itu sendiri dan selama tidak merusak kelangsungan ekosistem sekitar mengapa tidak? Inovasi meang sangat dibutuhkan untuk menunjung kehidupan manusia yang lebih baik.

INFO & PEMESANAN Baju Kaos Cotton Bamboo : http://cottoncombed.co/

Twitter : cottoncombedID
Instagram : Cottoncombed
Fb : cottoncombed

Kaospolos cotton bamboo


..COTTON BAMBOO..

Kelebihan Cotton Bamboo daripada katun combed yang terbuat dari serta kapas pada umumnya, antara lain : 
1. Anti kuman dan anti bakteri, karena kuman yang berada di dalam serat tersebut akan mati dengan sendirinya.
2. Daya serap lebih tinggi dari pada katun combed.
3. Menghilangkan bau tak sedap.
4. Fungsi menyerap air lebih tinggi dari pada katun combed, karena di dalam serta bambu terdapat banyak pori pori dengan cekungan yang lebih bayak serta daya kapilaritas yang tinggi dari pada katun combed.
5. Fungsi super anti ultraviolet, dimana katun bambu memiliki daya tembus serat 0, 6% berbeda dengan katun combed daya tembus 25% .

Rabu, 21 Januari 2015

Sejarah kaospolos cottoncombed

SEJARAH Cottoncombed
Katun combed adalah katun yang terbuat dari benang-benang yang berukuran ketebalan yang sama. Oleh karena itu jenis kain ini lembut dan nyaman dipakai. Katun combed sendiri dibagi menjadi berbagai macam ketebalan. 20S, 24S, 30S dan 40S adalah jenis-jenis katun combed yang sering beredar di pasaran. Berikut penjelasan tentang jenis-jenis di atas.
20S adalah, bahan ini mempunyai ketebalan paling tebal(semakin besar angkanya semakin tipis bahan). Bahan ini tebal, halus dan tahan lama.
24S lebih agak tipis dari 20S. Bahan ini sering dipakai oleh perusahaan atau retailer yang kurang yakin bahwa masyarakat siap menggunakan 30S. Karena lebih tipis bahan agak lebih jatuh ke badan.
30S jelas lebih tipis dari kedua bahan di atas. Juga lebih lembut dari 2 bahan di atas dan lebih jatuh juga. Bahan ini sering dipakai oleh retailer-retailer seperti distro yang mempunyai target anak muda. Bahan ini terkenal lebih nyaman dikarenakan udara dunia yang semakin panas semakin hari dan juga kelembutannya.
40S. Bahan ini paling tipis dari yang lain. Bahan ini sering dipakai oleh retailer luar negeri.
Kami sendiri menyediakan berbagai macam warna dan berbagai macam jenis printing dan aplikasi untuk berbagai macam bahan yang kami tawarkan.


Cotton Carded
Katun ini agak lebih kasar dibandingkan dengan katun combed. Ini dikarenakan oleh benang-benang yang tidak dihaluskan lagi. Kualitas dari carded yang kita tawarkan cukup bagus, tapi kalau dibandingkan combed, combed lebih unggul dari sisi kelembutan dan kenyamanan. Keunggulan dari carded adalah dari sisi harga. Harga carded lebih murah dari combed. Carded sendiri terdiri dari 20s sampai 40s. Semakin besar angka, semakin tipis bahan tersebut. Bahan cotton carded dan cotton combed terlihat sama oleh mata, kedua bahan ini bisa dibedakan dengan sentuhan; cotton combed jauh lebih lembut dari carded.

Cuty
Bahan ini biasa dipakai untuk membuat polo shirt. Bahan ini mempunyai banyak jenis; dari ketebalan, kandungan katun dan polyester, warna dan juga jenis tenunan. Beberapa jenis tenunan yang umum adalah lacoste, waffle, pique dan lain-lain. Tenunan yang dimaksud adalah pattern jahitan pada bahan tersebut.


Baby Terry & Fleece
Bahan ini biasa dijadikan sweater dan jaket. Bahan ini hangat dan nyaman dipakai. Ketebalan pada bahan ini pun bervarian seperti bahan-bahan lain. Kedua bahan ini sebenarnya sama, perbedaannya adalah fleece sebenarnya adalah bahan baby terry yang sudah diproses lagi, digaruk sehingga menghasilkan bahan fleece. Jika dibandingkan bahan fleece lebih tebal dan empuk.



Non 100% Cotton
Cotton PE, CVC dan TX
Bahan-bahan ini bukan 100% katun. Bahan ini mempunyai polyester di dalamnya. Polyester ini mengakibatkan bahan ini lebih panas saat dipakai. Perbedaan-perbedaan pada bahan-bahan ini hanya terletak pada persentase katun dan polyester di dalam kandungan kainnya.

Mengenal Kaos Bahan Cotton Combed 20s 24s 30s 40s


Setelah belajar bareng tentang apa itu kaospolos ada baiknya juga kita belajar tentang kaospolos berbahan cotton combed biar lebih afdol. Lalu, apa sih Kaos Cotton Combed itu? dan apa hubungan antara DTG Print dengan Kaos Cotton Combed? Simak aja langsung info berikut !


Apa itu Kaos Cotton Combed?

Kaos Cotton Combed adalah kaos yang terbuat dari serat benang yang lebih halus. Serat benang ini terbuat dari kapas (cotton) yang dipilah dengan cara disisir (comb). Proses ini berfungsi untuk menghilangkan nap (sambungan kapas dalam pilinan benang) pada benang yang dihasilkan tersebut.


Apa Saja Jenis dari Kaos Cotton Combed?

Kaos Cotton Combed terdiri dari beberapa jenis, yaitu 20s, 24s, 30s dan 40s. Huruf s dibelakang angka merupakan singkatan dari single knit atau rajutan jarum tunggal. Ini menunjukkan jenis rajutan yang dipakai untuk bahan kaos. Jenis rajutan single knit jauh lebih rapat dan padat. Lalu apa arti dari angka-angka 20, 24, 30 dan 40 itu sendiri? Angka-angka ini menunjukkan tipe benang yang digunakan pada proses perajutan kaos.

Benang 20 digunakan untuk merajut bahan kain dengan gramasi antara 180-220 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal

Benang 24 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 170-210 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal

Benang 30 digunakan untuk membuat bahan kain dengan gramasi antara 140-160 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal

Benang 40 digunakan untuk membuat bahan kain dengan gramasi antara 110-120 gr/m2 untuk jenis rajutan jarum tunggal

Nah, basically, semakin besar angka yang tertera, maka semakin tipis juga bahan kain tersebut. Hal ini mempengaruhi tingkat kenyamanan bahan kain tersebut ketika dipakai. Semakin besar angka-nya, biasanya semakin nyaman dipakai karena lebih adem dan membuat kain tersebut lebih lentur. Tapi sebenarnya tidak ada standar yang pasti mengenai kualitas kain ini, dikarenakan perbedaan standarisasi di antara para produsen.

BAHAN KAOS
Katun Combed ( Nama inggrisnya = Cotton Combed ) 
Ini bahan yang paling bagus, No. 1  biasa di pakai oleh merek kaos international SPYDERBILT, NO FEAR, BILLABONG, GIORDANO, ESPRIT, dan merek-merk lokal seperti JOGER, C59, IEBE, DAGADU. Bahan katun 20’s & 30’s ini sangat umum dipakai para pelaku DISTRO CLOTHING.
Serat benang lebih halus.
Hasil Rajutan dan penampilan lebih rata.

Perbedaan 30s dan 40s
katun combed merupakan serat kain yang paling bagus. Ada beberapa gramasinya, yaitu 20s, 24s, 30s. kesemuanya sama bagus, nyaman, dan lembut. Yang membedakan hanya tebal tipisnya. 20s paling tebal dan 30s paling tipis.